fbpx

Sosialisasi DIGITAL pajak, cara cerdas menjangkau Wajib Pajak

Pajak adalah pungutan wajib yang dibayarkan rakyat (Wajib pajak) kepada negara. Pengertian Pajak juga dapat dimaknai sebagai iuran kepada negara yang diatur oleh undang-undang.

Pajak dikenakan terhadap wajib pajak baik orang pribadi maupun badan/perusahaan. Di Indonesia, institusi yang fungsinya memungut dan mengadministrasikan pajak adalah Direktorat Jenderal Pajak.

Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang menyumbang sekitar 70% dari seluruh penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara akan sulit untuk dilaksanakan.

Penggunaan pajak mulai dari belanja pegawai sampai dengan pembiayaan berbagai proyek pembangunan. Pembangunan sarana umum, seperti: jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, dan kantor polisi dibiayai dari pajak. Pembangunan infrastruktur, biaya pendidikan, biaya kesehatan, subsidi bahan bakar minyak (BBM), gaji pegawai negeri, dan pembangunan fasilitas publik semua dibiayai dari pajak. Semakin banyak pajak yang dipungut, maka semakin banyak fasilitas dan infrastruktur yang dibangun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam peringatan Hari Pajak tahun 2018 mengatakan, pajak merupakan tulang punggung negara. Sri Mulyani menganalogikan pajak sebagai tulang punggung karena dalam tubuh fungsinya sangat vital. Tidak hanya menopang tubuh agar tetap berdiri, tulang punggung juga menjadi tempat melekatnya syaraf-syaraf vital yang membuat manusia beraktivitas dengan normal.

Mengingat vitalnya peran pajak, sudah seharusnya wajib pajak lebih patuh melaksanakan kewajiban perpajak mulai dari menyetor hingga melaporkan pajak dalam bentuk pelaporan SPT tahunan.

Pemerintah Indonesia sudah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar pajak.

Sistem perpajakan Indonesia sudah menganut Self Assessment, yaitu wajib pajak sudah diberikan kewenangan untuk menghitung sendiri, melaporkan sendiri dan membayar sendiri pajak yang terutang yang harus dibayar. Asas pemungutan pajak di Indonesia sudah berlandaskan keadilan dengan menganut Asas Equality, yaitu pemungutan pajak yang dilakukan negara harus sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak, di mana negara tidak boleh bertindak diskriminatif terhadap wajib pajak.

Informasi dari situs DJP, penyampaian SPT pribadi dan Badan hingga 31 Maret 2019 masih jauh dari target yang ditetapkan oleh Ditjen pajak, yakni 85 persen dari 18,6 juta wajib pajak yang tercatat oleh DJP hingga 31 Maret 2019.

Kesadaran Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakan belum semuanya merata di masyarakat. Oleh sebab itu penting untuk DJP maupun KPP untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. Mulai dari pentingnya pelaporan pajak sebelum kena sanksi administrasi (denda) baik bagi Wajib Pajak Perorangan maupun Badan Usaha, hingga cara mudah pelaporan wajib pajak yakni melalui sistem e-Filing DJP.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pajak, baik dari segi pemungutan maupun manfaat, maka perlu diadakan edukasi mengenai pentingnya pajak serta dilakukan sosialisasi secara terus-menerus, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Media cetak berupa iklan dalam bentuk pamflet atau spanduk di pinggir jalan atau tempat strategis yang memberikan informasi manfaat pajak. Media elektronik berupa iklan di televisi, radio, maupun internet yang menjelaskan pentingnya pajak.

Di zaman digital sekarang ini, untuk menjangkau masyarakat secara cepat dan mudah, perlu menggunakan media digital. Cara-cara konvensional seperti baliho, spanduk, brosur , dll yang sebelumnya efektif, sekarang sudah mulai ditinggalkan karena biaya yang cukup mahal dan kurang efektif.

Perlu untuk mempertimbangkan melakukan sosialisasi secara digital sebagai salah satu alternative cara untuk menjangkau seluruh lapisan wajib pajak.

SMS blast berbasis lokasi dan SMS gateway adalah salah satu cara menjangkau Wajib Pajak secara tepat, mudah dan cepat.

Kenapa Harus SMS?

  • Zaman now beragam media mobile yang bisa diakses oleh masyarakat, hanya ada 1 media yang selalu ada dan dimiliki oleh semua elemen masyarakat yaitu Semua orang kini hidupnya lebih banyak dihabiskan untuk “bersosialisasi” dengan ponsel mereka. Itu artinya, kehidupan mereka sedang berpindah dari dunia nyata ke dunia maya.
  • Semakin majunya teknologi hampir tidak dapat dipungkiri semua orang dewasa (baca : berpenghasilan) memiliki Handphone di sisinya 24 jam sehari.
  • Rata-rata pengguna handphone memeriksa layarnya 150x dalam sehari atau 10 menit sekali. 90% pesan singkat dibaca dalam waktu 3 menit setelah pengiriman.

Keunggulan SMS :

  • Mudah , tidak repot, dan lebih cepat. Anda cukup menyusun konten (isi sms) dan langsung diterima oleh target Anda. Tidak membutuhkan waktu lama untuk design atau pencetakan materi seperti pada media konvensional.
  • Tepat sasaran (efektif). Anda dapat memilih dan menentukan dengan jelas siapa target kampanye Anda. Baik secara lokasi maupun demografi.
  • Lebih hemat (efisien). Anggaran Anda bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki dan jauh lebih hemat dibandingkan kampanye konvensional.
  • Lebih terpercaya (credible). Di sms yang diterima oleh wajib pajak memiliki nama pengirim (masking sender).
  • Menjangkau secara lebih personal khususnya ke wajib pajak Badan usaha.
  • Kemudahan untuk wajib pajak mengakses link website maupun link e-filling DJP untuk kemudahan informasi maupun pelaporan SPT.

 

Bagaimana APTANA dapat membantu Anda?

APTANA Citra Solusindo adalah satu-satunya perusahaan penyedia layanan digital advertising yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Memberi solusi kepada DJP/KPP dalam menyampaikan sosialisasi dan himbauan penyetoran maupun pelaporan pajak ke seluruh penduduk Indonesia sesuai dengan lokasi dan demografi yang diinginkan. Cara mudah untuk terhubung dengan target secara lebih tepat dan sesuai anggaran.

KAMI SIAP MEMBANTU ANDA

HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA, DAN TIM KAMI AKAN SEGERA MEMBANTU ANDA.