fbpx

Balada Promosi Jaman Now

Kreatif Advertising

Belakangan lagi marak yang ribut-ribut tentang Endorsement & Influencer gara-gara si online shop yang tidak terima karena dagangannya tidak laku setelah melakukan endorse ke influencer. “Halah, kalau begitu ceritanya, ngapain saya endorse endorse ke influencer kalau gak ada hasilnya?”

Coba coba kita teliti kalimat diatas, apa bisa setelah endorse ke influencer dagangan kita langsung laris manis? Atau, bakal nihil juga seperti kasus di atas?

Big no, tidak semua! Sebagai pemilik online shop yang mau influencer kerja sama dalam bentuk endorse sebenarnya harus tahu kalau tujuan endorse itu tidak hanya untuk mendapatkan pembeli yang banyak tapi juga untuk mendapatkan awareness orang-orang untuk tahu produk yang kita jual.

Pastinya selaku pemilik usaha harus riset dulu tentang influencer mana yang cocok untuk mereview produk kita. Misalnya produk makanan, cari influencer yang sering bahas tentang makanan.

“Terus gimana biar orang orang percaya sama si influencer kalau makanannya benar benar enak? Kan banyak tuh sekarang influencer yang asal ngomong aja. Guys ini enak banget guys kalian wajib coba. Guys jujur guys, gue belum pernah ngerasain makanan seenak ini sebelumnya”. Pst…. Padahal sebelumnya si influencer sudah pernah  mencoba makanan yang sama dengan kata kata yang sama pula. Jadi gimana si influencer menghadapi “Trust Issue” ini? Baik baik Aptana beri solusi, bukan janji.

One of the important thing as an influencer isBe Autenthic. Ya, jadi diri kamu sendiri. Kalau kamu tidak jadi diri sendiri saat mempromosikan produk, kalau kamu mempromosikan produk dengan cara orang kebanyakan, orang orang tidak akan mengenalimu jika tidak melihat wajahmu, kamu tidak akan memiliki ciri khas tersendiri.

Kemudian apa? Punya Segmentasi Pasar Sendiri. Ini penting, agar klien bisa mengenalmu. Pemilik usaha mudah untuk mengetahui apa yang kamu sukai & mudah menentukan apakah kamu akan cocok dengan produk yang akan mereka berikan ke kamu. Pilih beberapa hal saja yang cocok dengan kepribadianmu, misalnya yang berkaitan tentang fashion, beauty, atau kuliner. Jadi jangan rakus rakus ya…

Next, jangan lupa Be The Expert of It. Jangan seperti yang sedang viral belakangan ini ya. “Enak guys makanannya guys” “Enak banget, mau meninggal”. No, it doesn’t look like reviewing. Cuma bermodal kata enak saja, belum tentu kamu bisa meyakinkan orang orang untuk beli produk itu. Apa salahnya untuk menaikkan skill kamu? Rajin membaca tiap hari tentang dunia F&B misalnya, atau riset tentang manfaat kadungan produk di suatu skincare, apa salahnya? Agar kamu tidak hanya akan bilang yang itu itu saja saat mereview suatu produk.

Last but not least, yang merupakan salah satu koentji keberhasilan kamu dalam menjadi influencer adalah Soft Selling. Sudah tau kan soft selling? Itu tuh yang tiap hari teriak di pasar “Ya bajunya kak seratus ribu dapat tiga kak”. Bukan bukan, itu namanyahard selling.

Kamu menjual secara langsung atau tersurat. Nah kalau soft selling, kamu mempromosikan produk secara tersirat, contohnya seperti Warren Buffet yang selalu berfoto sambil minum Coca Cola. Tanpa perlu embel embel untuk menyuruh orang orang untuk membeli Coca Cola di captionnya, secara tidak langsung dia sedang memasarkan produk dimana dirinya menanam saham.

Banyak jalan menuju Roma, sosial media mu jangan cuma berpatokan sama followers & likes saja. Ingat the more autenthic you give, the more trust you’ll get. Semakin autentik yang kamu berikan, semakin banyak pula kepercayaan yang kamu dapatkan.

Gimana? Masih butuh pencerahan?  Nanti deh Aptana kasih tau tips tips selanjutnya, yang penting jangan lupa mampir mampir ke sosial media kami di Instagram,Facebook ataupun Youtube, ada banyak informasi seputar bisnis loh.